Saturday, January 27, 2018

Satu.

Angin malam terhembus lembut menyentuh tubuh letih Nya,  bagi Nya, angin itu terasa sangat kasar menusuk kulit kering Nya yang rapuh. 

Bulan semakin sombong dengan apa yang disisihkan oleh Matahari, paham Nya terus bekerja untuk mencerna pasal yang Ia timbulkan hari ini.

Kenapa mereka tidak memahami Nya dan selalu menganggap buruk apa yang Ia lakukan? 

Dia sudah patut lelah untuk mengabaikan mantik berupa lembaran kusut milik mereka.

Selalu saja ada pasal yang menunjuk Nya sebagai pemantik dari segalanya. 

Tanpa mengetahui hal putih mereka menghakimi mantik milik mereka dengan ilusi netra.
Kalau ini bukan karena kedamaian, 

Dia benarbenar enggan. 

Matahari pun tidak mau disalahkan jika Bulan tidak seterang yang dulu. 


­­­­­­­­­­­­­­­


Senin, 20 Juni 2016
-Cita